Pada tahun 1940an teknik preloading telah digunakan dalam proyek pembangunan jalan tol. Sekarang teknik ini banyak dipergunakan karena terbukti berguna, terutama dalam banyak proyek bangunan, gudang, bandara, dam. Kelemahan dari teknik ini adalah tidak menghasilkan hasil yang cukup memuaskan pada konstruksi yang memiliki berat beban yang terpusat di satu titik. Tetapi teknik ini sangat efektif diterapkan di tanah yang memiliki kandungan air yang tinggi dan tingkat kompresi yang tinggi. Di Indonesia sendiri teknik preloading dan pemadatan tanah dengan memanfaatkan PVD mulai digunakan, hal ini terkait dengan tanah di Indonesia yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu. Mengingat negara kita adalah negara agraria jadi tanah yang ingin dibangun harus dilakukan pemadatan atau perbaikan terlebih dahulu sebelum dibangun fondasi. Preloading dan vertical drain umumnya digunakan pada tanah dengan daya dukung yang rendah seperti pada tanah lempung lembek dan tanah organik. Jenis tanah tersebut biasanya memiliki ciri seperti berikut : kadar air yang ekstrim, kompresibilitas yang besar, dan koefisien permeabilitas yang kecil. Pada prinsipnya teknik preloading menggunakan vertical drains merupakan metode pemadatan tanah dengan cara mengurangi kadar air dalam tanah (dewatering). Biasanya waktu konsolidasi yang dibutuhkan untuk jenis tanah seperti ini memakan waktu yang lama meski dengan menggunakan beban tambahan yang besar, sehingga teknik preloading mungkin kurang cocok untuk jadwal kontruksi yang mepet.

PVD

PVD

PVD adalah pita-pita vertikal berbahan plastik sintetis, bagian luar dari PVD adalah non woven geotextile yang terbuat dari polypropylene yang berfungsi juga sebagai filter dengan standard ASTM D 4491 dan memiliki standard ASTM D 4632 untuk ketahanan terhadap tusukan dan elongation, Pori-pori dari lapisan tersebut juga memiliki standard ASTM D 4751, sehingga pori-pori tersebut telah dites dapat berfungsi sebagai filter air dan tidak mudah buntu. Sedangkan bagian tengah dari PVD juga terbuat dari plastik PP dan memiliki bentuk dengan sirip-sirip kecil yang berfungsi sebagai jalur untuk mengalirnya air.
Perkembangan vertical drains sendiri sudah dimulai sejak tahun 1925, dimana D.J.Moran seorang insinyur berkebangsaan Amerika memperkenalkan pemakaian drainase dari kolom-kolom pasir untuk stabilitas tanah pada kedalaman yang besar. Kemudian untuk pertama kalinya instalasi drainase ini digunakan di California dan seiring dengan berjalannya waktu, tipe drainase ini dikenal dengan istilah drainase vertikal (vertical drain). Pada tahun 1936, diperkenalkan sistem drainase menggunakan bahan sintetis oleh Kjellman di Swedia. Setelah di tes di beberapa tempat pada tahun 1937 dengan bahan cardboard, lantas mendapat sambutan yang hangat oleh para ilmuwan. Sejak saat itu, pengembangan vertical drain dilanjutkan dengan berbagai macam bahan. Dengan digunakannya prefabricated vertical drains (PVD), waktu yang dibutuhkan untuk konsolidasi melalui teknik preloading pun menjadi semakin singkat dan penurunan/settlement yang terjadi juga dapat direduksi.

PVD instalation

instalasi PVD

Pada prakteknya, pemasangan/penanaman PVD kedalam tanah menggunakan crawler crane dan mandrel dengan kedalaman 30 meter. Diatas tanah ditimbuni pasir/tanah (surcharge) untuk membantu penyerapan air yang keluar dari PVD, namun dengan kemajuan teknologi sekarang ini surcharge tersebut dapat digantikan dengan menggunakan Prefabricated Horizontal Drains (PHD). Dengan penggunaan PVD dan PHD maka pemadatan tanah jauh lebih cepat daripada dengan menggunakan pemadatan secara alami.
Kami Langgeng Jaya Plastindo memproduksi PVD beserta penyewaan rig untuk pemasangan PVD. Kami menjual PVD dengan harga yang relatif lebih murah dari PVD import.

sumber : rachmadony.blogspot.co.id dan geoengineer.org